![]() |
Museum Negeri Nusa Tenggara Barat |
Mataram,(Beritantb.com) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat mengadakan rapat penting terkait rencana pembentukan Museum Unit II yang berlangsung di ruang Tambora Museum NTB, Selasa (25/3/25).
Kehadiran museum Unit II merupakan bagian dari Museum Negeri NTB menjadi destinasi yang dapat melengkapi informasi koleksi.
Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin menyampaikan Pembentukan museum unit II merupakan salah cara untuk meningkatkan informasi hasil pengelolaan koleksi kepada masyarakat.
Menurutnya, selama ini informasi tersebut masih terbatas pada penyajian koleksi di ruang pameran tetap dengan luas 1.249 m² yang hanya menyajikan koleksi sebanyak 10% atau sekitar 700 koleksi dari total koleksi Museum Negeri NTB sebanyak 7.721 koleksi.
"Jadi masih banyak koleksi museum yang belum disajikan melalui pameran tetap, mengingat rotasi atau penggantian koleksi yang disajikan pun belum maksimal", tuturnya.
Dengan begitu Museum Unit II ini nantinya akan menyajikan secara khusus (tematik) dengan menyajikan koleksi senjata, naskah kuno, dan kain tradisional secara informatif melalui metode pendekatan penyajian yang lebih menarik dan informatif, serta mudah dipahami masyarakat.
"Jadi ketiga jenis koleksi tersebut, selain jumlahnya banyak dan merupakan koleksi unggulan, juga dapat menggambarkan sejarah dan kebudayaan NTB secara umum", katanya.
Pembentukan museum unit II merupakan upaya untuk memperkenalkan budaya NTB kepada dunia melalui tema-tema menarik dan informatif sehingga dapat membantu meningkatkan daya tarik museum sebagai destinasi wisata budaya.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa pembentukan museum unit II ini untuk menjadikan museum tematik, yang menyajikan informasi koleksi berdasarkan tema tertentu. Sehingga menurutnya museum dapat berfungsi sebagai sarana edukasi, penelitian, dan pusat rekreasi budaya yang menyenangkan.
“Kami ingin mendesain Museum Unit II menjadi pusat edukasi dan wisata budaya yang lebih interaktif, tidak hanya menyajikan koleksi sejarah dan budaya NTB, tetapi juga memberikan pengalaman yang menarik dan menyenangkan,” ujarnya
Museum unit II ini, rencananya akan menampilkan koleksi berupa senjata, kain dan koleksi manuskrip. Di museum unit II ini juga akan mengalokasikan kegiatan berupa kajian koleksi, seminar hasil kajian, kuliah museum dan museum talk.
Selain itu museum unit II ini tidak hanya menampilkan display koleksi yang telah ada namun menyediakan ruangan interaktif sehingga dapat memberikan kesan yang menari bagi pengunjung museum Unit II.
Dengan begitu dirinya berharap Museum Unit II ini dapat menjadi pembelajaran baru tentang sejarah dan budaya NTB, serta memberikan pengalaman wisatawa yang lebih interaktif.
"Museum unit II kita akan buat dengan standar nasional, yang mana sesuai dengan visi misi gubernur yaitu menjadikan museum NTB mendunia dan menjadi pusat destinasi wisata bagi masyarakat maupun wisata asing", tuturnya.
Rencana agenda pembentukan museum unit II nantinya akan dimulai dari tahap pembentukan tim, melakukan diskusi dengan para ahli akademisi, pelaku budaya dan kelompok masyarakat, serta seminar hasil kajian. Kemudian penetapan lokasi yang strategis, penyusunan koleksi sesuai tema, serta melakukan display koleksi.
"Jadi Itu menjadi langkah-langkah yang kita tempu", pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah NTB, Prof. Abdul Wahid mengatakan langkah pembentukan Museum NTB Unit II atau Museum Tematik ini menarik dan penting sekali, mengingat NTB punya khazanah dan potensi koleksi yang beragam dan kaya.
Menurutnya, dengan inovasi ini, museum NTB menyejajarkan diri dengan museum museum besar dunia, yang memiliki unit-unit tematik, seperti etnologi, manuskrip, dan lain-lain.
"Ini menjadikan masyarakat memiliki pilihan yang sesuai dengan minat mereka", tuturnya. (Red).